Selasa, Januari 26, 2010

My Name Is GAZA

Yuhuuuu...... i'm coming....
udah lama banget gak Update euy...

Gak terasa udah bulan januari lagi yah? artinya blog ini ulang tahun lagi.
jadi inget 13 januari 3 tahun yang lalu (13 Januari 2007) saat pertama kali bertemu dengan seorang wanita di Perpustakaan Pendidikan Nasional Jakarta dalam acara Jumpa Penulis Blogfam yang berawal dari sebuah Blog sampai Akhirnya menjadi Ibu dari Anakku.
cerita tentang pertemuan di 13 Januari itu udah pernah di posting disini... hemm jadi sekarang mau cerita tentang Anakku yang ganteng aja hehehe.

Alhamdulillah kami baru saja dikaruniai seorang Putera.. yang lahir pada hari sabtu, 05 Desember 2009 di Rs. Jakarta Medical Center, hemm.. berarti sekarang umurnya udah 53 hari (hampir 2 bulan) :D yang kami beri nama GAZA KHALID EFENDI.GAZA : Diambil dari Jalur Gaza - Palestina negeri para Mujahid dimana Aroma wangi jihad dan perlawanan semerbak keluar dari berbagai penjuru Gaza. yang kami harapkan anak kami bisa seperti Anak - anak di Gaza, walaupun dalam suana perang, blokade dan menderita tapi tetap mampu menjadi para Penghafal Al-qur'an, mencintai masjid, menjadi Mujahid, dan orang-orangnya yang selalu penuh keteguhan, kemuliaan, kehangatan dan cinta kepada sesama.

KHALID : dalam bahasa Indonesia artinya Abadi, diambil dari nama belakang Bundanya (Pritha Khalida) yang juga nama depan dari Ketua biro Politik Hamas di Gaza (Khalid Misyal) dan merupakan seorang mujahid yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari jajahan Zionis Israel.

EFENDI : kalo yang ini udah jelas diambil dari nama belakang Ayahnya yang ganteng ini (Idian Efendi)

Insya Allah kelak anakku akan dengan bangga menyebut "My Name is GAZA"
Alhamdulillah berawal dari Blog hingga kepelaminan sampai terbentuk keluarga yang mudah-mudahan Sakinah - Mawaddah dan Warrahmah... amiiiiiiiiiiin

Label:

Jumat, Juli 24, 2009

Online...Online...Online...

Lampung, Juni 2001

Kala itu lebih dari seratus orang lulusan SMU Tulang Bawang Udik sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian ke PTN. Inilah saat-saat dimana para tukang koran mendapatkan rejeki nomplok, karena informasi tentang UMPTN di desa kami waktu itu hanya bisa didapat dari koran, surat undangan dari PTN yang ditujukan kesekolah, serta informasi dari kakak kelas yang telah kuliah lebih dulu. Internet? Wah jangan ditanya, namanya juga di udik, sebagian besar dari kami belum pernah mendengarnya apalagi mengenal dan menggunakannya.

Silahkan bayangkan, fasilitas komputer saja baru kami dapatkan saat sudah duduk dikelas 3 catur wulan II. Itu pun masih belajar DOS, hingga kami pun akrab dengan istilah : DIR, CLS dan prompt. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang di kota besar yang sudah jauh berselancar di dunia maya, Maklumlah saat itu beberapa dari kami-termasuk aku lebih mahir mengembalakan kambing ketimbang memegang mouse yang kursornya berkedip-kedip lari kesana-kemari.

Syukurlah kegaptekan ini tidak berlanjut lebih lama. Tanpa disangka-sangka aku lulus PMDK di salah satu PTS yang berbasis teknologi telekomunikasi di kota Bandung. Campur aduk perasaanku saat itu, antara senang dan bingung. Senang karena pastinya aku akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih baik, khususnya mengenai teknologi. Tapi juga bingung karena masalah ekonomi. Berkat dukungan moril dan materil dari kakak-kakakku lah akhirnya aku bisa melanjutkan kuliah.


Bandung, September 2001

Rangkaian peristiwa tragis itu pun dimulai. Kuliah di jurusan teknik elektro telekomunikasi ternyata sangat membutuhkan bantuan komputer dan internet! Dan aku-si anak udik ini, merasa tersesat dalam sebuah labirin. Jangankan membuka internet dan mengetik, menyalakan komputer saja aku tak bisa karena ketika SMA guru komputerku hanya memperkenankan kepada muridnya untuk memakai komputer yang telah dinyalakan. Oh...pengen nangis rasanya! Sampai-sampai aku selalu menyanyikan lagu /Rif yang lagi hip saat itu: "Salah Jurusan". Yaa, sepertinya teknik elektro telekomunikasi adalah jurusan yang paling-enggak benar yang dipilih oleh seorang mahasiswa gaptek seperti aku.

Aku mencoba berfikir positif bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Aku pun berniat minta bantuan pada teman-teman sekamarku di asrama. Namun sayang, diantara 8 orang di kamar tersebut, tak seorang pun punya komputer. Tapi ada seorang temanku dari jurusan informatika yang berdasarkan feeling-ku pintar dalam hal ini (dan bisa membantu), namanya Abdul Qohar. Pemuda asli Gorontalo ini biasa dipanggil Maen. Maka aku pun meminta Maen untuk mengantarku ke rental komputer yang sekaligus sebagai warnet. Sialnya Maen mengira aku minta antar sekedar untuk menemani. Ia pun menolak dengan alasan, untuk apa pakai ditemani segala? Huh, dengan menebalkan muka, aku pun mengemukakan alasan sebenarnya, bahwa aku minta antar sekalian minta diajarkan caranya main internet dang mengetik pakai Ms.Word. Selanjutnya sudah bisa diduga, ia mentertawakanku mati-matian. Biar lah, aku tidak peduli. Yang penting bisa menyerap ilmunya.

Di rental sekaligus warnet itu aku perhatikan cara dia membuka internet, lalu diam-diam aku berusaha mencatat caranya dalam selembar kertas. Tapi belum sempat aku berhasil mencatatnya dia sudah membuka salah satu situs internet sekaligus membuka program Ms.Word. Dengan menggunakan sepuluh jarinya, Maen mengetik beberapa kalimat dengan sangat cepat. Dengan malu-malu aku memohon kepadanya untuk mengulangi caranya karena aku ingin mencatatnya. Temanku itu pun tertawa tapi dia bersedia untuk mengulanginya lagi secara perlahan, kali ini sambil mendiktekan "klik Start terus ke All Programs terus pilih Internet explorer dan ketik situs yang akan kita buka". Saat itu lah aku mulai mengenal beberapa situs seperti google, yahoo, detik, kapanlagi dan bolehmail.

Selanjutnya Maen menyuruhku untuk mencobanya sendiri mulai dari membuka internet, program Ms.Word sampai mengetik. Kucoba dengan memegang mouse lalu mencoba mengarahkan kursor yang berkedip-kedip itu. Oh...sungguh bukan hal yang gampang buatku karena kursornya lari kesana-kemari susah dikendalikan. Namun dengan penuh perjuangan akhirnya aku bisa juga mengendalikan kursor yang berlarian itu. Horeee... akhirnya aku bisa membuka program Ms.Word! sesuai dengan niat semula, aku pun mulai mengerjakan tugas. Bahkan sepertinya aku mengetik lebih cepat dari Maen, karena jika ia hanya mampu mengetik dengan sepuluh jarinya, aku bisa dengan sebelas jari! Hebat kan?!

Saat itu juga aku minta diajari membuat email disalah satu fasilitas email berbahasa Indonesia. Biar lebih gampang, karena kemampuan bahasa inggrisku pun sangat parah. Yup! Email pun selesai dibuat. Masih kuingat email pertamaku adalah ippen@bolehmail.com. Langsung saja kucoba mengirimkan email ke Maen. Dan hup! Wow dalam sekejap emailku telah dia terima, yang langsung dibalasnya saat itu juga. Oh seandainya teman-teman dan orang tuaku di kampung bisa internet, maka tak perlu lagi mereka mengirimi aku surat melalui pos, yang memerlukan waktu seminggu untuk sampai di tanganku.
^:)^
Sejak saat itu aku jadi pecandu berat internet. Hampir setiap hari kerjaanku ke warnet melulu, padahal uang kiriman pas-pasan banget, bahkan kadang mesti ngutang dulu tiap bulannya. Pokoknya rela gak makan deh, cuma demi bisa ke warnet. Soalnya sehari saja tidak ke warnet, aku bisa 'sakau'. Apalagi setelah mengenal chatting, walaupun fasilitas chatting yang aku tau saat itu cuma MiRC. Mulailah aku coba-coba cari kenalan, iseng-iseng cari pacar dengan mengajak chat orang yang memakain nick dengan nama wanita sampai akhirnya tertipu sendiri karena ternyata nick dengan nama wanita tersebut seoarang pria, bahkan pernah juga aku dimaki-maki sama lawan chat ku karena ketauan ngerjain, hahaha! Lumayan juga dari hasil chatting aku bisa menambah teman untuk tambahan belajar mengirim dan menerima email serta memperlancar ngetik biar gak sebelas jari terus alias cuma pakai jari telunjuk, hehehe!

Oya, hampir lupa. Awal-awal chat dulu, aku selalu kebingungan dengan istilah ASL, PLS. Kupikir maksudnya ASAL PENGEN LANGSUNG SAJA. hahahaha! Sampai akhirnya aku tanya sama teman. Ooh, ternyata maksudnya Age Sex Location, Please. Itulah istilah paling keren saat itu, setiap chat pasti diawali dengan Asl, Pls. Senang sekali hatiku jika jawaban teman chat-ku adalah F 17, BDG. Tapi jika jawabannya M 20, JKT, langsung saja aku close hehehe!

Tak terasa berjam-jam di warnet, tau-tau tagihannya sudah membengkak... Sempet nyesel sih, tapi gak kapok-kapok untuk balik lagi. Pernah nih suatu saat aku coba-coba buka situs porno. Kepanikan pun melanda karena (tanpa aku tau) ternyata situs porno yang bermunculan dengan sendirnya makin banyak dan tak terkendali sampai memenuhi desktop. Duh, mana orang yang duduk di belakang dan di sampingku nyengir-nyengir pula. Oh malu banget rasanya dan makin bingung karena semakin aku tutup situs porno tersebut semakin banyak pula situs serupa yang bermunculan. Mau manggil operator, malu dong! Jadilah tadinya lagi 'hot' sampai ngiler, berubah jadi panik dan ketakutan sendiri. Akhirnya cuma ada satu jurus yang menurutku paling ampuh yaitu gunakan jari telunjuk untuk memencet tombol power komputer tersebut. Beres! Aku pun buru-buru bayar ke operator warnet dengan muka merah, suara bergetar dan jantung 'loncat-loncat'. Mulai saat itu aku tak pernah lagi ke warnet itu. Plus, enggak lagi-lagi deh buka situs porno.
o-+
Bandung, 2004

Internet mengajariku banyak hal. Saat kuliah di semester-semester akhir, aku ditawari seorang teman untuk menjadi penjaga warnet miliknya di dekat kampus. Lumayan, selain bisa menambah ilmu di dunia maya, dapat tambahan uang jajan, aku juga bisa bantu mengajari mahasiswa baru yang senasib denganku dulu. Bahkan aku juga bisa mengerjakan tugas akhir kuliah di situ. Yup! Warnet itu sangat berjasa buat kuliahku. Jadi meskipun sampai akhir kuliah aku tak punya komputer, ternyata dengan ilmu dari text book plus internet, aku bisa juga jadi instruktur pelatihan perakitan PC dan instalasi jaringan W-LAN yang diadakan kampus.


Bandung, Akhir 2006

Sudah setahun aku bekerja di Jakarta, tapi hampir setiap bulan aku ke Bandung dan selalu mampir di warnet yang pernah kujaga dulu. Temanku Rahmat Delakeke lah yang menjaga warnetnya saat itu. Dia seorang blogger. Melalui ceritanya, aku jadi tau seluk-beluk dunia blog. Awalnya sih aku tak tertarik dan cuma memperhatikan dia nge-blog. Tapi setelah Keke memperlihatkan teman-teman blog-nya (yang saat itu kebanyakan cewek cantik), aku pun langsung 'mengikuti jejaknya' nge-blog. Salah satu blog yang paling membuatku tertarik saat itu adalah blog milik Pritha Khalida. Seorang mahasiswi psikologi salah satu universitas di Bandung yang juga seorang penulis. Sejak saat itu, dengan diajari Keke, aku makin semangat nge-blog, bahkan sampai join dengan komunitas blogger family (blogfam), dimana si penulis tersebut tergabung didalamnya. Hahaha, Usaha teruuus! Akhirnya aku pun berhasil berkenalan dengannya melalui blog dan berlanjut dengan chat menggunakan messenger.


Jakarta, Detik ini

harus kuakui bahwa kemajuan teknologi yang bernama internet telah menambah banyak kemajuan dalam hidupku. Mulai dari menambah pengetahuan dan wawasan, menambah banyak teman dan memungkinkan aku berkomunikasi dengan lebih efektif dengan mereka, juga bisa mendapatkan info lowongan pekerjaan dengan lebih mudah. Pekerjaanku di sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka di Jakarta saat ini pun kudapatkan dari sebuah situs internet. Dan yang paling penting, aku juga berhasil mendapakan jodoh melalui internet. itu Lho, Si penulis yang aku kenal dari blog-nya! Kami akhirnya menikah setahun yang lalu.
:x
Maka, lagu wajibku saat ini pun bukan "Salah Jurusan" lagi, tapi sudah berubah jadi "Online...online...online... "
=P~

Label: